Sampai Kapan Stay Home?

Catatan hari kesepuluh menikmati hari di rumah karena Corona. Stay Home, Stay Safe, Save Lives. Tapi bosan juga lama-lama.


2 min read
Sampai Kapan Stay Home?

Kalau dihitung-hitung, sudah lupa sih sebenarnya, males juga ngitung hari, ini adalah hari kesepuluh saya mengikuti anjuran pemerintah untuk stay and work from home karena wabah Corona. Terakhir itu pulang dari Kendari sepuluh hari lalu.

Sehari dua hari biasa, belum terasa bosan di rumah terus. Menginjak hari ketujuh sampai sekarang sudah mulai bosan. Stress di rumah terus. Emang biasanya jarang di rumah? Tidak juga. Saya malah termasuk orang yang betah di rumah. Bukan termasuk orang yang suka keluyuran atau travelling ke mana-mana kecuali ada tugas dari kantor.

Terus kenapa sekarang stres? Itulah pentingnya kebebasan dan pilihan pribadi. Meskipun setiap hari sering di rumah, tetapi itu kan pilihan hidup pribadi. Tidak ada paksaan dari siapapun. Makanya tidak bosan. Tetapi kalau dipaksa untuk setiap hari di rumah seperti sekarang, tidak ada pilihan lain, nah ini beda. Karena sudah tidak ada kebebasan.

Makanya, dalam hidup ini sebenarnya yang paling berarti adalah kebebasan. Bebas mau ngapa-ngapain, pilihan hidup ditentukan oleh diri sendiri. Meskipun outputnya sama, tetapi kalau dilakukan berdasarkan kebebasan yang kita miliki untuk melakukan, akan terasa beda.

Kegiatan setiap hari itu-itu saja: makan, tidur, nonton film, mandi, ngobrol sama anak-istri, ngetik sekali-kali, lihat berita, ngerjain tugas kantor sedikit, tidur lagi, makan lagi. Lama-lama kalau begini terus, habis Corona ini kelar, ruang isolasi kosong tapi nanti Rumah Sakit Jiwa penuh..haha.

Tidak apa-apa, ini juga untuk kepentingan bersama. Diam di rumah, tetap sehat, agar terhindar dari virus Corona yang merajalela ke seluruh wilayah di dunia.

Baca Juga: Corona dan Kita

Sesekali posting update berita-berita tentang perkembangan virus Corona di tanah air. Kebanyakan yang bikin pusing kepala. Bikin hati panas saja baca berita ini. Makin stres jadinya.

Sharing di FB terkait banyak hal. Biarin saja disebut banyak mengkritik pemerintah kita. Ya iyalah, mengkritik pemerintah kita, masa mengkritik pemerintah negara lain. Disebutnya mengkritik terus, cari panggung, laaah emangnya artis dangdut mau goyang pakai cari panggung..haha. Aneh.

Anak-anak saya yang biasa tiap hari ke sekolah dan ke kampus sudah menunjukkan hal serupa. Sudah mulai stres di rumah terus. Makan terus, ampunlah. Telur sekilo bisa habis cuma sehari. Corona ini membuat pengeluaran makin berlipat. Di rumah terus, penghasilan berkurang, pengeluaran bertambah. Sampai kapan coba begini terus.

Saya yakin semua orang merasakan hal yang sama. Berdoa sih setiap hari, agar virus Corona ini cepat berlalu. Agar kita-kita dapat beraktivitas normal seperti biasa. Cuma sampai hari ini belum menunjukkan si Corona ini akan berakhir. Bahkan kayaknya bakal lama. Bakal makin stres di rumah terus.*

Related Articles

Baru Sekarang Liburan Bosan
2 min read
Papua Berani Berlakukan Lockdown Sendiri
2 min read

GO TOP

🎉 You've successfully subscribed to Stay Home!
OK