Baru Sekarang Liburan Bosan

Celotehan anak yang sudah seminggu lebih libur dan belajar di rumah karena Corona.


2 min read
Baru Sekarang Liburan Bosan

Anak saya yang kecil, yang baru kelas satu SMP, bilang begitu:

"Baru sekarang liburan jadi bosan. Di rumah terus".

Nah kan, anak-anak sudah mulai bosan di rumah terus. Belajar di rumah beda katanya dengan belajar di sekolah. Kalau di sekolah bisa main, ketemu teman-teman, kalau di rumah ketemunya itu-itu lagi, mamah lagi, apa (panggilan sunda ayah) lagi, teteh (kakak) lagi.

Tapi gimana lagi, memang harus begitu. Harus diam di rumah biar tidak terdampak virus Corona. Itu karena kami tinggal di BSD. Iya BSD, Bogor Sini Dikit, alias Depok. Termasuk wilayah yang terdampak banyak Corona. Bahkan orang yang pertama positif Corona adalah dari Depok. Terus harus bangga gitu, jadi daerah yang pertama terdampak Corona? Ya bukan begitu.

Anehnya, sekarang yang orang Depok pertama kena Corona itu jadi duta dan tampil di mana-mana. Seakan jadi selebritis. Malah sempat posting, pamer jamu yang dikasih oleh Presiden dan bilang "Terima kasih Pak Jokowi atas hadiahnya".

Dalam hati bilang, "What..?" Di saat begini masih nyerempet ke politik pencitraan. Ampunlah. Ya biasa aja keles. Kalau sembuh ya bagus, alhamdulillah, cuma ya gak gitu-gitu amatlah. Politik nanti masih jauh. Toh, presiden kita gak bakal jadi presiden lagi tho. Sudah dua periode dia. Apa masih butuh citra? Noh banyak dijual di toko.

Baca Juga: Sampai Kapan Stay Home

Bukan berarti itu salah. Tidak. Silakan saja. Lho, dulu kan mereka protes kenapa disiarkan nama dan identitasnya sebagai orang yang pertama Corona, kenapa sekarang jadi bangga coba. Ambigu jadinya.

Istri saya paling kesel tuh kalau lihat video orang itu. Ya sama, komentarnya begitu. "Sabaaar..kata saya ke dia". Padahal saya juga sama. Tidak kesal sih, tepatnya eneg..hahaha.

Sebenarnya tadi mau nulis apa ya. Lupa. Oh iya, ini hari kesebelas diam di rumah, stay and work from home. Tidak ada yang istimewa. Masih sama seperti kemarin: makan, tidur, baca berita, mantau berita, dan tentu saja ngelonin istri (eheem..).

Anak saya yang kalau dengar kata "Libur sekolah" selalu senang, sekarang malah sebaliknya. Pada saat dibilang "libur diperpanjang sampai tanggal 11 April nunggu Corona reda", malah narik nafas panjang dia. Seakan mau melewati masa-masa yang sangat berat.

Untung anak saya punya hewan peliharaan, kucing yang diberi nama Mochi. Jadi bulan-bulanan pelampiasan untuk mengisi waktu. Dibawa ke sana-kemari, main sama kucing. Sudah kayak punya adik pokoknya. Dielus-elus, diajak ngomong, ampunlah.

Sesekali mereka bikin makanan dari tepung. Semacam kue apaan tidak tahu. Digoreng sendiri. Dimakan sambil nonton tv dan ngobrol yang nggak penting. Iyalah ngobrol yang nggak penting, kalau ngobrol yang penting namanya Seminar. Di rumah pasti ngobrolnya yang nggak penting-penting.

Saya hanya bisa bilang ke mereka, "Sabar nak. badai pasti berlalu. Cuma belum tahu kapan".*

Related Articles

Papua Berani Berlakukan Lockdown Sendiri
2 min read
Sampai Kapan Stay Home?
2 min read

GO TOP

🎉 You've successfully subscribed to Stay Home!
OK